Rabu, 14 Maret 2012

Maina Kapal Tradisional

Khayalan, sebagai orang bisnis, akan mengembangkan mainan ini, pasca melihatnya kembali setelah sekian belas tahun tidak melihatnya...
Gambar 1. Kapal Othok-othok


Ide Bisnis dan Peluangnya
Sejatinya mainan kapal tradisional ini memiliki nilai pengaplikasian sederhana ilmu fisika yang cukup tinggi. Dengan cara kerja memberikan kalor pada lambung kapal mainan ini. Kalor ini tercipta dari nyala api pada lilin yang dibakar, sehingga terdapat senyawa CO2 dan CO yang mampu menghasilkan hentakan-hentakan pada knalpot kapal. Hentakan-hentakan dari knalpot ini-lah yang mampu menggerakkan kapal.
Produk ini sempat merasakan masa kejayaannya di akhir abad dua puluh. Namun di tengah arus globalisasi, produk ini semakin ditinggalkan oleh anak-anak. Hal tersebut tak terlepas dari banyaknya mainan import dengan menawarkan segala kememahan pada wujud dan estetika mainan tersebut serta kecanggihannya. Beramgkat dari hal tersebut, kami terinspirasi untuk memberikan sentuhan tersendiri agar kapal mainan ini kembali terangkat di mata anak-anak.
Untuk menambah nilai dari segi wujud dan estetika kapal mainan ini, ide produk yang ditawarkan adalah mainan sejenis namun memiliki bentuk yang lebih variatif. Seperti kapal dengan bentuk kapal pesiar, kapal pinisi, dan kapal selam. Dengan nilai tambah tersebut, akan menarik perhatian, minat dan ketersediaan anak-anak untuk membeli produk ini. Produk ini pun tidak akan menaikan biaya yang besar, jadi untuk harga tetap terjangkau Peluang pasarnya sendiri di Pasar Gunung Batu ini cukup menjanjikan. Pasalnya, banyak anak kecil yang datang ke pasar menemani ibunya berbelanja. Secara psikologis, sang ibu yang senang ketika ditemani anaknya berbelanja akan memberikan sesuatu yang juga dapat menyenangkan sang buah hati seperti memberikan mainan. Dan tawaran akan mainan yang sedikit pilihan di Pasar Gunung Batu ini, dapat menjadikan kapal ini menjadi pilihan utama bagi mainan anak-anak.
Gambar 2. Kapal Pesiar Symphony 2

Untuk menambah nilai dari segi wujud dan estetika kapal mainan ini seklaigus kecanggihannya, ide produk yang ditawarkan adalah mainan sejenis dengan bentuk yang lebih variatif serta ditambahkan komponen-komponen elektronik yang dapat memberikan efek automatic pilot hingga memberikan komponen spy chip. Dengan nilai tambah tersebut akan semakin menarik minat anak-anak untuk bersegera memiliki produk ini. Namun, biaya yang akan dikeluarkan pun akan sangat besar. Sehingga produk ini tidak cocok jika dijual di Pasar Gunung Batu. Pasar yang tepat untuk produk ini adalah anak-anak yang tinggal di kota-kota metropolitan. Karena selain harga yang tentunya dapat terjangkau oleh mereka sekaligus mengingatkan memori akan pentingnya mainan sejenis ini di usia anak-anak. Produk ini pun dapat berkembang hinga pasar internasional, kaerena bentuknya yang memiliki ciri khas tersendiri dan hanya ada di Indonesia. Sudah barang tentu hal ini akan memunculkan nama Indonesia di mata Internasional.

Harga dan Metode Promosi Bisnis
Harga yang ditawarkan untuk produk dengan menambahkan nilai pada wujud dan estetika yang lebih menarik pada kapal ini berkisar di harga Rp. 10.000 – Rp. 15.000 per unit. Harga ini tidak jauh berbeda dari harga awal produk yang berharga Rp. 7.500 per unit. Sehingga produk kreatif ini memiliki nilai yang lebih menarik dan harga yang terjangkau. Metode promosi yang dapat dilakukan sangat bermacam-macam, seperti pemasangan baner, mouth to mouth, hingga merambah di dunia maya. Dalam pemasangan baner  dapat ditaruh di dekat tempat menjual kapal ini. Tujuannya adalah memberikan efek melirik pada pengunjung pasar yang asing akan melihat baner dan secar sadar mereka pun akan menghampiri produk ini. Metode kedua adalah mouth to mouth, metode inilah yang sangat tepat karena mayoritas pengunjung pasar adalah ibu-ibu yang notabenenya selalu memberikan informasi, walaupun tidak diminta, ke rekan-rekannya. Dan, metode ketiga melalaui dunia maya. Hal ini mampu menjaring pasar lebih luas bahakan skalanya dapat menarik pasar internasional.

Original write by : Ali Fahir Syahir
Source of picture :
gambar 1. refreshyourmind-newbie.blogspot.com 
gambar 2. hamilton.edu

Komoditas Sapi Potong dan Potensi Bisnisnya

 
I.  Potensi dan Peluang komoditas sapi potong
            Ketersediaan daging sapi di Indonesia selama ini sangat bergantung kepada ekspor dari negara lain, terutama dari Australia. Namun, pada bulan Juli 2011 Australia menyetop ekspor sapi ke Indonesia. Berangkat dari hal itu, maka potensi produksi daging sapi lokal akan mengalami peningkatan seiring target Swasembada Sapi 2014 yang telah diprogramkan pemerintah. Sensus terbaru yang dilakukan BPS dan Kementerian Pertanian mencatat populasi sapi lokal sekitar 16,2 juta ekor. Sebelum sensus dilakukan, banyak pihak berpegang pada asumsi bahwa populasi sapi di Indonesia hanya berkisar 12 juta ekor lebih. Ada optimisme baru akan terwujudnya swasembada sapi pada 2014.
Data yang valid merupakan senjata yang paling tajam untuk mengambil kebijakan. Demikian halnya dalam soal ketersedian daging sapi nasional. Bulan Mei lalu, Info PDN melaporkan ada beberapa pihak yang menilai kebijakan pemerintah terkait masalah daging sapi masih terhambat oleh validitas data kebutuhan dan jumlah populasi sapi di dalam negeri. Kegusaran itulah yang kemudian direspon secara cepat oleh pemerintah dengan kegiatan sensus terhadap jumlah populasi sapi di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada bulan Juni lalu. Hasilnya cukup melegakan dan bisa menjadi acuan penentuan kebijakan yang lebih baik di masa yang akan datang. Terdata, jumlah populasi sapi lokal adalah sekitar 16,2 juta ekor, atau lebih banyak sekitar 4 jutaan dari asumsi yang menjadi pegangan banyak pihak sebelum sensus dilakukan. Karena, sekedar catatan, data yang banyak dilansir sebelum sensus selalu menyebutkan bahwa populasi sapi kisaran 12 juta ekor.
Berdasarkan data terbaru ini, pemerintah  pun optimis swasembada sapi pada tahun 2014 nanti akan terwujud. Bahkan, menjadikan Kementerian Perdagangan yakin bahwa untuk memenuhi kebutuhan daging sapi nasional jangka pendek maupun jangka menengah, populasi sapi sudah sangat cukup, meski impor dari Australia memang jadi dihentikan.  Jumlah daging sapi di Indonesia sudah cukup. Berdasarkan sensus sapi yang dilakukan lembaganya, untuk sapi potong saja, jumlah populasinya ada sekitar 14,43 juta ekor sapi. Sementara itu, dari sisi kebutuhan, tercatat sapi yang dibutuhkan adalah sebanyak 2,5-3 juta ekor sapi per tahun. Artinya, daging dari jumlah lembu-lembu berdasarkan sensus terbaru itu bisa memenuhi 90 persen kebutuhan lokal, sedangkan 10 persennya dapat dipenuhi sapi impor, Sensus yang dilakukan Badan Pusat Statistik bulan lalu mencatat populasi sapi potong di Indonesia ada 14,43 juta ekor sapi dan masih ada data sebesar 0,2 persen dari sekitar 50 desa yang belum masuk dalam basis data lembaga tersebut. Dilaporkan juga, bahwa selain 14,43 juta sapi potong, ada pula 574 ribu ekor sapi perah dan 1,27 ekor kerbau. Mengacu pada data tersebut, BPS yakin bahwa kebutuhan konsumsi dalam negeri bisa terpenuhi. Itulah fakta dan data yang menjadikan swasembada sapi yang ditargetkan selesai tahun 2014 bukan suatu yang sulit untuk diwujudkan. Bahkan, jumlah impor pun sudah mulai bisa ditekan prosentasenya. Yakni, seperti pernah disampaikan oleh  Menteri Pertanian, Suswono, pada tahun  2014 nanti Indonesia menargetkan impor daging sapi hanya 10 persen dari total konsumsi nasional. Perlu diketahui, bahwa saat ini kebutuhan daging sapi mencapai 430 ribu ton per tahun. Dari jumlah ini, sebanyak 25 persen atau 100 ribu ton daging berasal dari impor. Dan sampai saat ini, untuk mengamankan pasokan daging sapi dalam  negeri, pemerintah masih mengandalkan sentra-sentra sapi di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur. Sementara itu, khusus untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, biasanya kebutuhan dipenuhi dari daging beku impor.
Berdasarkan pantauan dan perhitungan Kementerian Perdagangan, persedian daging sapi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan juga lebaran dilaporkan cukup aman. Dan sebagaimana disampaikan oleh Mendag sebelumnya, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Gunar yo pun men jamin pasokan da ging sapi menjelang puasa dan lebaran aman. Sejumlah rumah potong hewan juga siap menambah kapasitas sapi yang dipotong  hingga 30 per sen menghadapi puasa dan kebaran. Sebagai informasi, kunjungan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo ke RPH Terpadu Bubulak adalah dalam rangka memastikan kesiapan RPH milik Pemerintah Kota Bogor dalam menyediakan kebutuhan daging menjelang puasa  dan lebaran. Ikut serta dalam kunjungan itu Dirjen SPK (Standar Perlindungan dan Konsumen) Nus Nuzulia Ishak. Di lapangan, keterjaminan stock daging itu juga dibenarkan oleh Ketua DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jabar, Dadang Suganda. Menurutnya, pasokan daging sapi menjelang Ramadhan 2011 di Jawa Barat, kondisinya aman, sehingga ketersediaan komoditi tersebut di pasar-pasar tradisional juga  menjadi  aman. Memang, harga eceran daging sapi sebelum Ramadhan di sejumlah pasar tradi sional di beberapa daerah mengalami ke naikan. Hal itu juga sudah dipantau oleh Dit PDN, Kemendag yang mencatat bahwa kenaikan harga daging sapi  selalu terjadi menjelang puasa dan  Lebaran dikarenakan permintaan naik 10 sampai 20%. Terpantau, rata-rata kenaikannya adalah mencapai sekitar 7%, yaitu dari kisaran Rp  60 ribu/kg menjadi Rp 65 ribu/kg. Di Kota Bekasi misalnya, harganya naik menjadi Rp 60 ribu  per kilogram dari sebelumnya Rp48 ribu hingga Rp50 ribu. Sementara itu, di Pasar Pondok Labu, Jakarta, kenaikannya tercatat mencapai 20%. Menanggapi fenomena tersebut, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu menegaskan  bahwa kenaikan harga sejumlah bahan pokok yang ada sekarang bukan merupakan bagian dari gejolak harga. Fenomena ini, jelas Mendag, tak lain hanya kenaikan harga musiman dikarenakan adanya kenaikan permintaan bahan pangan tertentu menjelang puasa dan Lebaran.
Subsistem Hulu Industri Daging Sapi Potong
            Daging didefinisikan sebagai semua jaringan hewan yang dapat atau pantas digunakan sebagai bahan makanan (Judge, 1989) termasuk di dalamnya jaringan otot, organ-organ seperti hati, limpa, ginjal, dan otak, serta jaringan lain yang dapat dimakan (Lawrie, 1985). Sementara itu, menurut Soeparno (1994), daging diartikan sebagai semua jaringan hewan yang dapat dimakan oleh manusia serta semua produk hasil olahan yang dapat dibuat dari jaringan tersebut. Daging yang dikonsumsi berasal dari hewan darat yang diternakkan atau hewan liar dan air. Produk daging yang telah diolah dengan baik memiliki kandungan nilai gizi yang cukup tinggi. Komponen terbesar dalam daging adalah air (65-80%) kemudian protein yang merupakan komponen terbesar dari berat kering (16-22%), lemak (1,3-13%), karbohidrat (0,5-1,3%) dan mineral (1%). Daging merupakan sumber potein yang tinggi, disebabkan protein daging merupakan komponen bahan kering yang terbesar pada daging. Menurut Lawrie, 1995, dipandang dari segi nutrisinya daging adalah sumber asam amino esensial yang sangat baik dan sedikit mineral-mineral tertentu.
            Komposisi daging relative mirip satu sama lain, terutama kandungan proteinnya yang berkisar 15-20 persen dari berat bahan. Protein merupakan komponen kimia terpenting yang ada di dalam daging. Protein yang terkandung di dalam daging, seperti halnya susu dan telur. Protein daging lebih mudah dicerna dibandingkan dengan yang bersumber dari bahan pangan nabati. Nilai protein daging yang tinggi disebabkan oleh kandungan asam amino esensialnya yang lengkap dan seimbang
            Daging merupakan bahan pangan yang mudah rusak (perishable food) karena daging merupakan media yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Pengawetan daging mempunyai tujuan antara lain untuk mengamankan daging dari kerusakan atau pembusukan oleh mikroorganisme dan memperpanjang masa simpan (shelf life) daging. Pengawetn berarti menghambat atau membatasi reaksi-reaksi enzimatis, kimia dan kerusakan fisik daging. Pengawetan yang menghasilkan produk yang sifat fisiknya berubah dari bahan bakunya dikenal dengan istilah pengolahan
Subsistem Usahatani Peternakan Rakyat
           
Daging sapi digiling dengan chopper pada suhu rendah sehingga selama penggilingan, suhu dapat dipertahankan tetap di bawah 16°C. Hal tersebut dilakukan dengan menambahkan es batu atau air dingin. Hasil gilingan berupa daging cincang yang masih kasar. Setelah dicincang, daging dimasukkan ke dalam mixer untuk mencampur daging, bumbu, dan bahan lainnya menjadi adonan yang homogen. Agar emulsi tetap terjaga stabilitasnya, pencampuran harus dilakukan pada suhu rendah (10-16°C).


Emulsi daging yang telah terbentuk selanjutnya diisikan ke dalam kaleng yang sebelumnya telah disterilkan dengan panas. Pengisian dilakukan dengan menyisakan sedikit ruang kosong di dalam kaleng, disebut head space. Kaleng yang telah diisi, kemudian divakum (exhausting) dengan cara melewatkannya melalui ban berjalan ke dalam exhauster box bersuhu 90-95°C selama 15 menit. Setelah keluar dari exhauster box, kaleng dalam keadaan panas langsung ditutup dengan mesin penutup kaleng. Setelah ditutup, kaleng beserta isinya disterilisasi dengan cara memasukkan kaleng ke dalam retort dan dimasak pada suhu 120°C dan tekanan 0,55 kg/cm2, selama 15 menit. Agar daging tidak mengalami pemanasan yang berlebihan, kaleng yang telah disterilkan harus segera didinginkan di dalam bak pendingin yang berisi air selama 20-25 menit. Setelah permukaan kaleng dibersihkan dengan lap hingga kering, produk siap untuk diberi label dan dikemas.
           

Subsistem Hilir Daging Kornet
            Kornet berasal dari bahasa Yunani yaitu corned yang berarti diawetkan atau dicuring dengan garam. Kornet didefinisikan sebagai daging yang diawetkan dalam kaleng. Kornet merupakan produk yang unik, karena pada mulanya kornet merupakan hasil proses produksi dari pemisahan ekstraksi daging sapi, dengan cara dimasak untuk memperoleh larutan yang berwarna coklat dan mempunyai citarasa yang khas. Residu pemasakan diiris-iris, diberi garam dan nitrat, dicampur dan dimasukan kedalam kaleng untuk mengalami proses sterilisasi (Wilson et al., 1981). Kornet sapi merupakan produksi emulsi yaitu campuran dari dua macam cairan atau lebih yang tidak saling melarutkan (Kramlich, 1971).
            Kornet merupakan salah satu jenis daging olahan yang berupa daging giling kasar dengan bahan tambahan bahan pengisi dan bahan pengikat serta bumbu-bumbu (Subyantoro, 1996). Menurut Dewan Standarisasi Nasional (1995), kornet umumnya dibuat dari daging sapi, dan pembuatan kornet daging yang digunakan merupakan potongan daging segar atau beku (yang telah memenuhi persyaratan dan peraturan yang berlaku). Hadiwiyoto (1983), menyatakan bahwa kornet merupakan hasil olahan daging sapi dengan kentang sebagai bahan pengikat serta bumbu-bumbu berupa bawang merah, kaldu, garam, merica, dan natrium nitrit.

Subsistem Penunjang
           
Penelitian adalah penyelidikan dari suatu bidang ilmu pengetahuan yang dijalankan untuk memperoleh fakta-fakta atau prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, serta sistematis.
Penelitian tentang ilmu peternakan tentang sapi potong adalah penopang kekokohan bisnis dari sapi potong karena terkadang isu isu tentang penyakit ‘sapi gila’ merebak yang bisa membuat usaha ini mudah bangkrut dan juga bisa mengembangkan kualitas sapi potong menjadi lebih unggul dengan adanya dukungan ilmiah dalam pemeliharaannya.

Originall write by : Ali Fahir Syahir

Senin, 30 Januari 2012

January 31st Famous People Birthdates

sumber : www.famousbirthdays.com/
List of Famous People Birthdate:
Historical Personalities born on January 31st
  Ali Fahir Syahir                                         Entrepreneur, Diplomat, 1993, Indonesia

Taejo of GoryeoRuler of Korea, 0877, North Korea
King HenrySeventeenth King of Portugal and the Algarves, 1512, Portugal
Gioseffo ZarlinoItalian music theorist and composer of the Renaissance, 1517, Italy
Tokugawa IeyasuShogun of Japan, 1543, Japan
Henry I, Duke of GuiseFrench Catholic leader, 1550, France
John Francis RegisFrench saint, 1597, France
Arnold GeulincxFlemish philosopher, 1624, Belgium
Louis de MontfortFrench catholic priest and saint, 1673, France
Hans EgedeNorwegian Lutheran missionary, 1686, Norway
Gouverneur MorrisAmerican lawmaker and diplomat, 1752, United States(USA)
Francois DevienneFrench composer, 1759, France
Konstantin von BenckendorffRussian general and diplomat, 1785, Russia
Franz SchubertAustrian composer, 1797, Austria
Agostino DepretisItalian statesman, 1813, Italy
William B. Washburn28th Governor of Massachusetts, 1820, United States(USA)
William Charles LunaliloMonarch of Hawaii, 1835, United States(USA)
George Jackson ChurchwardChief mechanical engineer of the Great Western Railway (GWR) in the United Kingdom, 1857, United Kingdom(UK)
Henri DesgrangeFounder of the Tour-de-France, 1865, France
Shastri YagnapurushdasGuru of BAPS and its founder as a formal organization, 1865, India
Henry Forster, 1st Baron ForsterBritish Conservative Party politician, 1866, United Kingdom(UK)
Theodore William RichardsAmerican chemist, Nobel laureate, 1868, United States(USA)
Zane GreyAmerican Western writer, 1872, United States(USA)
Irving LangmuirAmerican chemist, Nobel laureate, 1881, United States(USA)
Theodor Heuss1st President of Germany, 1884, Germany
Frank Foster (cricketer)English cricketer, 1889, United Kingdom(UK)
Eddie CantorAmerican actor and singer, 1892, United States(USA)
Isham JonesAmerican musician, 1894, United States(USA)
Sofya YanovskayaRussian mathematician, 1896, Russia
Tallulah BankheadAmerican actress, 1902, United States(USA)
Alva MyrdalSwedish politician, Nobel laureate, 1902, Sweden
Nat BaileyCanadian restaurateur, 1902, Canada
John O HaraAmerican writer, 1905, United States(USA)
Eddie ByrneBritish actor, 1911, United Kingdom(UK)
Don HutsonAmerican football player, 1913, United States(USA)
Walter WinterbottomFirst manager of the England football team, 1913, United Kingdom(UK)
Carey LoftinAmerican actor and stuntman, 1914, United States(USA)
Sri Daya MataHindu religious figure, 1914, United States(USA)
Jersey Joe WalcottAmerican boxer, 1914, United States(USA)
Alan LomaxAmerican musicologist, 1915, United States(USA)
Thomas MertonAmerican author and monk, 1915, United States(USA)
Garry MooreAmerican comedian, 1915, United States(USA)
Jackie RobinsonAmerican baseball player, and the first black player in Major League Baseball, 1919, United States(USA)
Stewart UdallAmerican politician, 1920, United States(USA)
Bert Williams (footballer)Former English international football goalkeeper, 1920, United Kingdom(UK)
John AgarAmerican actor, 1921, United States(USA)
Carol ChanningAmerican actress and singer, 1921, United States(USA)
E. Fay JonesAmerican architect, 1921, United States(USA)
Mario LanzaAmerican singer, 1921, United States(USA)
Joanne DruAmerican film and television actress, 1922, United States(USA)
Norman MailerAmerican novelist, journalist, essayist, poet, playwright, screenwriter and film director, 1923, United States(USA)
Benjamin HooksAmerican civil rights leader, 1925, United States(USA)
Tom AlstonMajor League Baseball first baseman, 1926, United States(USA)
Norm PrescottCo-founder and executive producer at Filmation Studios, 1927, United States(USA)
Chuck WillisAmerican blues, rhythm and blues, and rock singer and songwriter, 1928, United States(USA)
Rudolf MossbauerGerman physicist, 1929, Germany
Jean SimmonsOscar-nominated English actress, 1929, United Kingdom(UK)
Joakim BonnierSwedish sportscar racing and Formula One driver, 1930, Sweden
Ernie BanksAmerican former Major League baseball player, 1931, United States(USA)
Christopher ChatawayBritish former athlete, television news broadcaster, and a Conservative politician, 1931, United Kingdom(UK)
Camille HenryProfessional ice hockey centre, 1933, Canada
James FranciscusLeading and supporting American actor, 1934, United States(USA)
Bob TurnerCanadian professional ice hockey defenceman, 1934, Canada
Kenzaburo OeMajor figure in contemporary Japanese literature, 1935, Japan
Regimantas AdomaitisLithuanian movie and stage actor, 1937, Lithuania
Andree Boucher39th Mayor of Quebec City, 1937, Canada
Philip GlassAmerican minimalist composer, 1937, United States(USA)
Suzanne PleshetteAmerican actress, on stage, screen and television, 1937, United States(USA)
Lynn CarlinAmerican actress, 1938, United States(USA)
BeatrixThe Queen regnant of the Kingdom of the Netherlands, 1938, Netherlands
James G. Watt43rd United States Secretary of the Interior, 1938, United States(USA)
Claude Gauthier (singer)Quebec singer, songwriter and actor, 1939, Canada
Kitch ChristieSouth African rugby union coach, 1940, South Africa
Richard A. GephardtFormer prominent American politician, 1941, United States(USA)
Jessica WalterAmerican Emmy Award-winning actress, 1941, United States(USA)
Elena NathanaelPopular Greek film actress, 1941, Greece
George S. MickelsonAmerican politician, 1941, United States(USA)
Daniela BianchiItalian actress, 1942, Italy
Derek JarmanEnglish film director, stage designer, artist, and writer, 1942, United Kingdom(UK)
Charlie MusselwhiteAmerican blues-harp player and bandleader, 1944, United States(USA)
Joseph KosuthInfluential American conceptual artist, 1945, United States(USA)
Terry KathThe original guitarist and founding member of the rock band Chicago, 1946, United States(USA)
Jonathan BanksAmerican veteran character actor in film and television, 1947, United States(USA)
Nolan RyanRetired American pitcher in Major League Baseball and current president of the Texas Rangers, 1947, United States(USA)
Glynn TurmanAmerican stage, television, and film actor as well as a writer, director and producer, 1947, United States(USA)
Muneo SuzukiJapanese politician, 1948, Japan
Johan DerksenDutch sports journalist and former football player, 1949, Netherlands
Ken WilberAmerican author who writes on psychology, philosophy, mysticism, ecology, and spiritual evolution, 1949, United States(USA)
Norris Church MailerWidow of American novelist Norman Mailer, and author of the memoir A Ticket to the Circus and of several novels, 1949, United States(USA)
Alexander KorzhakovBoris Yeltsins bodyguard, 1950, Russia
Dave BentonPop musician and 2001 winner of the Eurovision Song Contest, 1951, United States(USA)
Harry Wayne CaseyAmerican musician, singer, songwriter, and producer, 1951, United States(USA)
Phil ManzaneraMusician and record producer, 1951, United Kingdom(UK)
Nadya RushevaRussian artist, 1952, Russia
Adrian VandenbergDutch rock guitarist, 1954, Netherlands
John LydonBritish rock musician and lyricist, 1956, United Kingdom(UK)
Shirley BabashoffFormer swimmer, 1957, United States(USA)
Anthony LaPagliaAustralian actor, 1959, Australia
Kelly LynchAmerican actress, 1959, United States(USA)
Kelly MooreAmerican stock car driver, 1959, United States(USA)
Grant MorrisonScottish comic book writer and artist, 1960, United Kingdom(UK)
Lloyd ColeSinger and songwriter, 1961, United Kingdom(UK)
Sophie MullerBritish music video director, 1962, United Kingdom(UK)
Brian Adams (wrestler)American professional wrestler, 1963, United States(USA)
Sylvie BernierOlympic athlete, 1964, Canada
Jeff HannemanGuitarist and a founding member of the American thrash metal band Slayer, 1964, United States(USA)
Billey ShamrockEntertainer, singer, stand-up comedian, actor, composer and writer, 1964, Sweden
Dr Umar AlishaThe 9th head (peethadhipathi) of Sri Viswa Viznana Vidya Adhyatmika Peetham, 1966, India
Dexter FletcherEnglish actor, 1966, United Kingdom(UK)
Fat MikeThe lead vocalist and bass player, 1967, United States(USA)
Irene WanHong Kong film actress, 1967, Hong Kong
Joey WongTaiwanese actress, 1967, Taiwan
Chad ChanningAmerican musician, 1967, United States(USA)
Matt King (comedian)Actor and comedian, 1968, United Kingdom(UK)
Patrick StevensRetired sprinter from Belgium, 1968, Belgium
Minnie DriverEmmy, BAFTA and Academy Award-nominated English actress singer and songwriter, 1970, United Kingdom(UK)
Danny MichelSinger, songwriter, 1970, Canada
Lee Young AeSouth Korean actress, 1971, South Korea
Patrick KieltyNorthern Irish comedian and television personality, 1971, Ireland
Dimitris MarkosRetired Greek football midfielder, 1971, Greece
Patricia VelasquezVenezuelan actress and fashion model, 1971, Venezuela
Portia de RossiAustralian actress, 1973, Australia
Wil AndersonAustralian comedian, performing stand-up, as well as on television and radio, 1974, Australia
Ariel PestanoCuban baseball player, 1974, Cuba
Othella HarringtonAmerican professional basketball player, 1974, United States(USA)
Fred ColemanProfessional American football wide receiver, 1975, United States(USA)
Jackie O (radio host)Australian commercial radio host, actress and television presenter, 1975, Australia
Preity ZintaIndian film actress, 1975, India
Traianos DellasGreek footballer, 1976, Greece
Buddy RiceAuto racing driver, 1976, United States(USA)
Tyrone NesbyRetired American professional basketball player, 1976, United States(USA)
Paul ScheerAmerican actor and comedian, 1976, United States(USA)
Mark DutiaumeCanadian ice hockey player, 1977, Canada
Shingo KatoriJapanese actor and singer (SMAP), 1977, Japan
Jim KleinsasserAmerican Football player, 1977, United States(USA)
Kate ShindleAmerican actress, singer, dancer, and AIDS activist, 1977, United States(USA)
Kerry WashingtonAmerican actress, 1977, United States(USA)
Bobby MoynihanAmerican actor and comedian, 1977, United States(USA)
Fabian CaballeroArgentine footballer, 1978, Argentina
Brad RutterContestant on the U.S. syndicated game show Jeopardy, 1978, United States(USA)
Ray ShahIrish DJ, TV, radio presenter, 1978, Ireland
Amrita AroraBollywood actress, 1978, India
Arthur Wellesley, Earl of MorningtonEnglish noble, 1978, United Kingdom(UK)
Daniel TammetBritish high-functioning autistic savant gifted with a facility for mathematical and natural language learning, 1979, United Kingdom(UK)
James AdomianAmerican actor, impressionist and comedian, 1980, United States(USA)
Ryan KienleAmerican musician, 1980, United States(USA)
Tiffany LimosAmerican actress, 1980, United States(USA)
Sergio D. AcostaAward winning Chicano filmmaker, 1981, United States(USA)
Julio ArcaArgentine footballer, 1981, Argentina
Justin TimberlakeAmerican pop singer, songwriter, record producer, dancer and actor, 1981, United States(USA)
Yuniesky BetancourtMajor League Baseball shortstop for the Seattle Mariners, 1982, Cuba
Andreas GorlitzGerman footballer, 1982, Germany
Bruno NogueiraPortuguese actor, comedian, writer, and television host, 1982, Portugal
Elena PaparizouGreek singer, 1982, Greece
Janis SpruktsLatvian professional ice hockey forward, 1982, Latvia
Brad ThompsonRight-handed Major League Baseball pitcher, 1982, United States(USA)
Allan McGregorScottish footballer, 1982, United Kingdom(UK)
James Sutton (Actor)English television actor, 1983, United Kingdom(UK)
Tom VangeneugdenBelgian swimmer, 1983, Belgium
Jeremy WarinerAmerican track athlete, 1984, United States(USA)
Vernon DavisNFL player, 1984, United States(USA)
Alessandro ZanniItalian rugby union footballer, 1984, Italy
Adam FedericiAustralian football (soccer) player, 1985, Australia
Mario WilliamsNFL player, 1985, United States(USA)
KalomoiraGreek-American singer, 1985, United States(USA)
Yves Makabu-MakalambayBelgian football goalkeeper, 1986, Belgium
Raul RichterGerman television and voice actor, 1987, Germany
Kenny McKinleyAmerican football wide receiver, 1987, United States(USA)
Kota YabuJapanese singer, 1990, Japan
Jacopo FortunatoItalian footballer, 1990, Italy
Tyler SeguinCanadian professional ice hockey centre, 1992, Canada